Pada siang itu, anak anak SMA sedang mencari narasumber di daerah bus kampung melayu tetapi tidak kunjung mendapatkan narasumber. Setelah lima belas menit mencari, akhirnya pun berjumpa dengan narasumber yang tepat di dekat halte bus transjakarta. Yaitu Dewa si Penyapu Jalan Terminal.
Dewa pun diajak oleh kakak kakak SMA tersebut ke sebuah tempat. Di tempat itu Dewa ditanyai tentang bebagai macam tentang kehidupannya. Kakak kaka itu pun mulai menanya. Dewa diterminal bekerja sebagai penyapu jalan terminal, Dewa di terminal bekerja sudah 12 hari. Saat ditanya tentang orang tua Dewa, Dewa pun menangis. Bapak Dewa tidak bekerja karena tangannya sakit, yang biasa digunakan untuk mengangkat beban di pasar, dan ibu Dewa sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dewa mempunyai 2 kakak dan 2 adek. Tapi kakak Dewa yang pertama sudah meninggal karena keserempet kereta, dan kakaknya yang kedua pergi dari rumah entah kenapa. Dewa kerja di terminal dari jam 9 sampai jam 12 siang. Dewa sekarang sudah kelas 2 tapi baru masuk karena sempat berhenti, dan Dewa sekolah di SD 06. Dewa tinggal di daerah perumpung. Dewa dari rumah menuju ke terminal berjalan kaki tanpa menggunakan sandal walaupun jaraknya cukup jauh. Meskipun begitu, Dewa cuma mendapat penghasilan 5000 rupiah dan itu untuk membeli nasi yang akan dimakan oleh Dewa, Bapaknya, dan adek adeknya. Saat ditanyai oleh kakak kakak itu untuk berkunjung ke rumah Dewa, Dewa menjawab Nggak boleh karena bapaknya sedang pergi ke rumah kakaknya yang ada di Jakarta. Dewa kalau sudah besar mau jadi pemain bola yang handal katanya. Dewa pun diajak ke warteg di daerah terminal untuk membeli makanan.
Setelah mengucapkan terimakasih, Dewa pun pulang untuk menyiapkan peralatan sekolah karena Dewa akan berangkat ke sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar